Pengertian Server Jenis, Fungsi dan Cara Kerjanya

Pengertian Server

webintelenet.com – Server dalam dunia komputer bisa diartikan sebagai sistem komputer khusus yang menyediakan layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server ibarat pusat data yang menyimpan dan mengelola informasi untuk dibagikan kepada perangkat lain disebut client (klien).

Berikut beberapa gambaran analogi server untuk memudahkan pemahaman:

Restoran: Server bisa diibaratkan sebagai dapur di restoran. Dapur menyiapkan dan menyajikan makanan (data) kepada pelanggan (client) yang memesannya.

Perpustakaan: Server seperti perpustakaan yang menyimpan dan menyediakan buku (data) kepada pengunjung (client) untuk dibaca atau dipinjam.
Fungsi Utama Server:

Menyimpan data: Server berfungsi menyimpan berbagai macam data, seperti file, email, database, dan aplikasi. Data tersebut bisa diakses oleh client yang membutuhkannya.

Menjalankan program: Server dapat menjalankan program dan aplikasi tertentu yang bisa diakses dan digunakan oleh client. Contohnya, server web yang menjalankan website yang Anda kunjungi.

Mengelola jaringan: Server bisa mengatur dan mengontrol akses ke jaringan komputer. Server juga bisa membantu mengamankan jaringan dengan memberikan otorisasi akses kepada client.

Memberikan layanan: Server menyediakan berbagai layanan jaringan, seperti layanan cetak, layanan file sharing, layanan email, dan lain sebagainya.

Jenis-jenis Server:

Ada berbagai macam server tergantung fungsinya, beberapa contoh yang umum dijumpai:

Web Server: Berfungsi menyimpan dan menjalankan website. Ketika Anda mengakses website, Anda terhubung ke web server untuk mengambil data dan menampilkan halaman website tersebut.

Mail Server: Berfungsi mengirim, menerima, dan menyimpan email.

File Server: Berfungsi menyimpan dan berbagi file antar komputer dalam jaringan.

Database Server: Berfungsi menyimpan dan mengelola data terstruktur dalam bentuk database.

Print Server: Berfungsi mengelola dan mengatur penggunaan printer dalam jaringan.

Proxy Server: Berfungsi sebagai perantara antara client dan internet. Proxy server bisa membantu meningkatkan keamanan dan kecepatan akses internet.

Kesimpulannya, server merupakan komponen penting dalam jaringan komputer yang menyediakan layanan dan mengelola data untuk diakses oleh perangkat lain (client).
Dengan adanya server, pengguna dalam jaringan dapat saling berbagi sumber daya dan informasi secara efisien.

Jenis Server

Dalam dunia jaringan komputer, ada berbagai jenis server, masing-masing memiliki fungsi khusus untuk menyediakan layanan tertentu. Berikut beberapa jenis server yang umum:

Web Server:

Berfungsi menyimpan dan menjalankan website.
Contoh: Ketika Anda mengakses halaman Google di browser, Anda terhubung ke web server Google untuk mengambil data dan menampilkan halaman tersebut.

Mail Server:

Berfungsi mengirim, menerima, dan menyimpan email.
Contoh: Gmail memiliki mail server sendiri yang bertugas menyimpan dan mengelola email para penggunanya.

File Server:

Berfungsi menyimpan dan berbagi file antar komputer dalam jaringan.
Contoh: Sebuah perusahaan mungkin memiliki file server untuk menyimpan data penting yang bisa diakses oleh seluruh karyawan.

Database Server:

Berfungsi menyimpan dan mengelola data terstruktur dalam bentuk database.
Contoh: Aplikasi e-commerce memerlukan database server untuk menyimpan informasi produk, pelanggan, dan transaksi.

Print Server:

Berfungsi mengelola dan mengatur penggunaan printer dalam jaringan.
Contoh: Kantor dengan beberapa komputer bisa menggunakan print server untuk berbagi satu printer sehingga lebih efisien.

Proxy Server:

Berfungsi sebagai perantara antara client dan internet.
Proxy server bisa membantu meningkatkan keamanan dan kecepatan akses internet dengan cara menyimpan data yang pernah diakses sebelumnya.

FTP Server:

FTP (File Transfer Protocol) server digunakan untuk transfer file secara aman antar komputer.
Protokol FTP menetapkan aturan bagaimana data ditransferkan antar komputer.

Streaming Server:

Berfungsi mengalirkan (streaming) data media seperti video dan musik secara langsung.
Contoh: Server milik platform streaming seperti Netflix atau Youtube berperan sebagai streaming server.

Game Server:

Digunakan khusus untuk menjalankan game online.
Game server memastikan jalannya permainan berjalan lancar untuk para pemain yang terhubung.
DNS Server (Domain Name System):

Tidak menyimpan data secara langsung, melainkan menerjemahkan nama domain website menjadi alamat IP.
Ketika Anda mengetikkan nama domain di browser, DNS server berperan menerjemahkannya ke alamat IP sehingga browser dapat terhubung ke website tersebut.
Ini hanya beberapa contoh saja. Jenis server terus berkembang sesuai dengan kebutuhan jaringan komputer yang semakin kompleks.

Cara Kerja Server

Server pada dasarnya bekerja mengikuti pola request-response (permintaan-tanggapan).
Mari kita uraikan prosesnya:

1. Permintaan dari Client (Request):

Perangkat klien (komputer, handphone, perangkat lain) mengirimkan permintaan ke server.
Permintaan ini bisa berupa:
Mencari halaman website tertentu (pada web server)
Mengirim email (pada mail server)
Mengunduh file (pada file server)
Dan lain sebagainya tergantung jenis server

2. Server Menerima Permintaan (Receive):

Server menerima permintaan yang dikirimkan oleh client. Permintaan tersebut berisi informasi seperti alamat IP client, jenis request, dan data lain yang relevan.

3. Server Memproses Permintaan (Process):

Server memproses permintaan tersebut sesuai fungsinya.
Misalnya:
Web server akan mengambil halaman website yang diminta dari storage dan mempersiapkannya untuk dikirim ke client.

Mail server akan merutekan email ke penerima yang dituju.

File server akan menyiapkan file untuk diunduh oleh client.

4. Server Mengirimkan Respon (Respond):

Setelah diproses, server mengirimkan respon (tanggapan) kepada client. Respon tersebut berisi data yang diminta oleh client, kode status (berhasil atau gagal), dan informasi lain yang diperlukan.

5. Client Menerima Respon (Receive):

Perangkat client menerima respon yang dikirimkan oleh server.
Client kemudian akan menampilkan data yang diterima sesuai dengan jenis request yang sebelumnya dikirimkan.

Pada web browser, halaman website akan ditampilkan.

Aplikasi email akan menampilkan email yang diterima.

File yang diunduh akan tersimpan di perangkat client.

Contoh sederhana:

Anda membuka website Kompas.com di browser (client).

Browser mengirimkan permintaan ke web server Kompas.com.

Web server Kompas.com menerima permintaan tersebut dan mencari halaman utama website.

Web server mengirimkan halaman website beserta gambar dan data lainnya ke browser Anda.

Browser Anda menerima respon dan menampilkan halaman website Kompas.com.

Komponen Penting Server:

Hardware: Perangkat keras seperti CPU, memory, storage, dan network card diperlukan untuk menjalankan server dan menyimpan data.

Software: Sistem operasi server dan aplikasi server yang dibutuhkan tergantung pada fungsinya (misalnya web server software, mail server software, database management system).

Itulah gambaran cara kerja server secara sederhana. Proses sebenarnya bisa lebih kompleks tergantung pada jenis server dan layanan yang diberikan.

Manfaat Server

Server menawarkan berbagai manfaat bagi pengguna dalam jaringan komputer. Berikut beberapa keuntungan utama penggunaan server:

Memusatkan penyimpanan data: Server memungkinkan penyimpanan data terpusat yang bisa diakses oleh seluruh perangkat yang terhubung dalam jaringan. Ini memudahkan pengelolaan data dan memastikan semua pengguna mengakses data terbaru.

Keamanan data: Server dapat dilengkapi dengan sistem keamanan yang baik untuk melindungi data dari ancaman seperti kebocoran, peretasan, dan kerusakan.

Skalabilitas: Kebutuhan penyimpanan data dan resource komputasi bisa bertambah seiring dengan pertumbuhan jaringan. Server menawarkan skalabilitas, di mana kapasitas penyimpanan dan resource dapat ditingkatkan dengan mudah sesuai kebutuhan.

Ketersediaan data: Server memastikan data selalu tersedia untuk diakses oleh pengguna yang berwenang. Ini penting untuk menjalankan operasi bisnis secara lancar dan memastikan produktivitas pengguna.

Membagi sumber daya: Server memungkinkan berbagi sumber daya seperti printer, software, dan koneksi internet antar perangkat dalam jaringan. Ini dapat menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi penggunaan resource.

Mempermudah kolaborasi: Dengan data terpusat dan akses bersama, server dapat membantu mempermudah kolaborasi antar pengguna dalam jaringan. Beberapa orang bisa mengerjakan dokumen yang sama secara bersamaan atau saling berbagi informasi dengan mudah.

Meningkatkan performa: Server khusus seperti web server atau database server dapat memberikan performa yang jauh lebih baik dibandingkan menggunakan komputer biasa untuk menjalankan fungsi tersebut. Ini penting untuk website atau aplikasi yang melayani banyak pengguna.

Memcadangkan data: Server dapat digunakan untuk menyimpan cadangan (backup) data secara rutin. Cadangan data ini sangat penting untuk pemulihan data jika terjadi kerusakan atau kehilangan data pada perangkat client.

Menjalankan aplikasi: Server dapat menjalankan berbagai aplikasi yang dibutuhkan oleh pengguna dalam jaringan, seperti aplikasi bisnis, aplikasi manajemen database, atau aplikasi lainnya.

Kontrol akses: Administrator server dapat mengatur akses ke data dan resource yang ada di server. Ini penting untuk menjaga keamanan data dan memastikan hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses informasi tertentu.

Secara keseluruhan, server merupakan komponen vital dalam jaringan komputer yang menawarkan kemudahan manajemen data, keamanan, skalabilitas, dan berbagai fungsi lain yang mendukung produktivitas dan efisiensi kerja dalam jaringan.

Nah, itulah penjelasan tentang pengertian Server, Jenis, Cara Kerja dan Kegunaan server dalam kehidupan sehari – hari. Semoga bermanfaat. Jika kalian masih membutuhkan referensi untuk memahami tentang Server sampai manfaatnya maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di http://gramedia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *